Mengenal Engkus, Difabel Asal Sukabumi Jadi Tutor Bahasa Inggris

Mengenal Engkus, Difabel Asal Sukabumi Jadi Tutor Bahasa Inggris

121

gelorafm.com – Aksi seorang difabel bernama Engkus, asal Kampung Ciangsana RT 3 RW 3, Desa Kertaangsana, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, patut diapresiasi. Di tengah keterbatasannya, Engkus mampu mengelola grup Facebook “Ayo Belajar Bahasa Inggris dari Nol’,  dengan jumlah anggota lebih dari 37 ribu akun.

Lewat grup itu, Engkus berbagi pengetahuan ilmu Bahasa Inggris.

“Grup ini dibuat sekitar 2012, dan sampai sekarang masih banyak permintaan pengguna medsos (media sosial) untuk menjadi anggota grup,” ujar Engkus.

Engkus terlahir dengan banyak keterbatasan. Kedua tangannya melengkung ke belakang punggung. Pun begitu dengan kakinya. Tak bisa digunakan untuk berdiri, apalagi berjalan.

Pria berusia 30 tahun ini juga tidak lancar berbicara. Ia sering mengalami kesulitan berkomunikasi, terutama saat kejang-kejangnya kambuh.

Meski begitu, Engkus tetap bersyukur. Ia masih bisa menggunakan jari kaki kanannya untuk mengetik percakapan saat berkomunikasi dengan rekan di media sosial. Jari kaki kanannya sudah piawai “menari” di atas papan ketik ponsel atau telepon seluler pintar maupun komputer jinjing (laptop).

Engkus menceritakan awal mula menjadi tutor Bahasa Inggris di media sosial. Semuanya berawal saat ia mengenal dan memiliki akun Facebook, sekitar 2010 lalu.

Mulanya, Engkus berbagi pengetahuan Bahasa Inggris melalui unggahan di akun pribadi, bukan grup. Seiring berjalannya waktu, banyak teman yang mengapresiasi kemahiran Engkus. Ia pun terdorong membuat grup khusus.

“Waktu itu dibantu dua teman Facebook, orang Makassar dan Jawa. Tapi, sekitar dua tahun ini, kedua teman banyak kesibukan, belum sempat bantu kelola grup lagi,” kata Engkus.

Engkus tak cuma gemar membuat tulisan tentang pelajaran Bahasa Inggris. Ia juga aktif berkomunikasi dengan anggotanya. Sekadar bercanda atau menjawab pertanyaan tentang materi pelajaran di kolom komentar.

“Banyak juga yang kirim pesan pertanyaan tentang Bahasa Inggris di inbox. Saya selalu berusaha membalas meskipun sulit dan agak lama,” tutur anak bungsu dari tiga bersaudara itu.

Dua kakaknya, Adit Sukandar dan Leni, sudah berkeluarga dan hidup sederhana. Sama dengan kakak keduanya, Leni, orangtua hanya memberikan nama satu kata untuk anak bungsunya tersebut. Engkus akhirnya menambahkan “Al Getuk” seperti yang disisipkan pada nama panggilan di akun Facebook-nya.

Bukan nama makanan tradisional, Getuk adalah kata yang Engkus susun sebagai singkatan dari lima kata dalam Bahasa Inggris. Yakni gregorius (suka berteman), educated (berpendidikan), toughtful (bijaksana), unique (unik), dan kind (baik hati).

“Getuk itu adalah doa dan motivasi bagi saya,” tuturnya.

Editor : Arie Gelora

SHARE

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY