Home Berita Patung Kong Co yang Viral di Medsos, Kini Ditutup

Patung Kong Co yang Viral di Medsos, Kini Ditutup

384

gelorafm.com РPatung Kong Co Kwan Sing Tee Koen yang berada di kompleks Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Kwan Sing Bio Tuban, telah ditutup dengan menggunakan kain berwarna putih, Minggu (6/8/2017). Patung jenderal perang China itu ditutup setelah viral di media sosial dan menjadi perdebatan para netizen dunia maya hingga detik ini.

Penutupan patung setinggi 30 meter yang menyabet rekor muri itu dieksekusi oleh petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Keberadaan patung dewa perang Kongco Kwan Sing Tee Koen di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban, Jawa Timur, memang beberapa hari terakhir viral di media sosial. Patung dewa tertinggi se AsiaTtenggara ini disandingkan dengan patung Jendral Sudirman di Jakarta sehingga memicu perdebatan, sementara itu Pemkab Tuban menilai patung tersebut Ilegal, lantaran tidak mengantongi ijin mendirikan bangunan.

Keberadaan patung Dewa Kongco Kwan Sing Tee Koen, di halaman belakang Klenteng Kwan Sing Bio Kabupaten Tuban, Jawa Timur, viral di media sosial dalam dua hari terakhir. Patung yang baru dua pekan diresmikan ketua MPR Zulkifli Hasan tersebut, kini diupload secara masif di berbagai grup Facebook disandingkan dengan patung Jenderal Panglima Sudirman yang tingginya hanya 12 meter.

Selain itu, keberadaan patung dewa perang yang setinggi 30,4 meter dan menelan biaya 1,5 milliar ini, kini mulai dipermasalahkan pemerintah daerah. pengurus Klenteng sebagai pihak yang bertanggung jawab dituding tidak mengantongi ijin pendirian bangunan patung yang telah masuk rekor muri tersebut.

Pemkab mengaku sangat hati hati untuk menyelesaikan masalah ini. Dikawatirkan akan dimanfaatkan oleh pihak pihak tertentu menjadi issu SARA. Untuk itu pemerintah daerah bersama Majelis Ulama Indonesia menggelar rapat tertutup dengan Forpimda Tuban, di kantor MUI setempat.

Menurut ketua DPRD Tuban, sebelumnya pendirian patung tersebut sempat dilarang oleh Pemkab Tuban dan dihentikan. Tetapi pengurus klenteng masih nekat meneruskan hingga ada peresmian patung.

Dalam waktu dekat komisi A DPRD Tuban akan melakukan kunjungan kerja di Klenteng Tuban, memastikan dokumen pendirian patung dewa itu. hasil kunjungan kerja dewan, selanjutnya akan disampaikan kepada eksekutif.

Sementara itu, pihak Pemkab mengaku belum pernah mengeluarkan ijin pendirian patung karena status kepengurusan kelenteng masih status quo. Pihak Pemkab akan menyelesaikan masalah ini berdasarkan rekomendasi Majelis Ulama Indonesia.

Sedangkan MUI Tuban akan menyusun saran-saran berbentuk rekomendasi yang memasukan pendapat dari ulama untuk dijadikan rekomendasi kepada pemerintah, sehingga pemerintah bisa menindak lanjuti terkait permasalahan ijin pendirian patung tersebut.

Sampai saat ini ketua klenteng Kwan Sing Bio Tuban, belum bisa dikonfirmasi karena masih berada diluar kota.

Diketahui, patung dewa perang Cina, Kwan Sing Tee Koen, ini viral dan ramai diperbincangan netizen. Penyebabnya, patung ini juga mendapat rekor muri sebagai patung tertinggi. Tak hanya ungkapan kagum dan bangga, obrolan di media sosial juga mengarah pada isu SARA,  yang rawan ditunggangi pihak tak bertanggung jawab.

Editor : Arie Gelora

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here