Home Berita Tembak Mati, Bandar Narkoba yang Bawa Sabu-sabu 5 Kg Dalam Selimut

Tembak Mati, Bandar Narkoba yang Bawa Sabu-sabu 5 Kg Dalam Selimut

416

gelorafm.com – Junaidi Saputra tersangka penyelundupan narkoba yang ditangkap dan ditembak mati oleh anggota Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, Selasa (22/8/2017) menggunakan modus ini dalam penyelundupan.

Tersangka yang merupakan warga Jalan Terikat, Kelurahan Teluk Binjai, Kecamatan Dumai Timur Kota, Provinsi Riau tersebut menyembunyikan sabu-sabu 5 kilogram yang dibawanya dari Jakarta di dalam selimut.

Irjen. Pol Machfud Arifin Kapolda Jawa Timur menjelaskan, modus yang dilakukan tersangka itu untuk mengelabui petugas. Supaya narkoba yang dibawanya dari Jakarta melalui jalur naik kereta api, kemudian naik mobil, tidak terdeteksi oleh petugas.

“Karena lewat jalur bandara sangat ketat. Semua penumpang harus menjalani pemeriksaan X-ray, screening body dan pemeriksaan secara manual jika ada benda mencurigakan. Akhirnya, tersangka lebih memilih naik kereta api, karena lebih aman agar narkoba yang dibawanya disimpan dalam selimut itu terdeteksi oleh petugas,” kata Irjen. Pol Machfud Arifin, Selasa (22/8/2017).

Menurut dia, peredaran ataupun penyelundupan narkoba yang melalui jalur darat ini masih banyak. Langkah yang dilakukan pihaknya akan terus memantau dan menggelar operasi, terutama kendaraan pribadi ataupun umum, seperti angkutan umum atau kota dan bus, serta kereta api.

“Ini yang akan dilakukan lagi pihaknya akan bekerjasama dengan petugas kereta api. Supaya setiap orang yang masuk atau naik kereta api itu lebih diperketat dalam pemeriksaan terhadap calon penumpangnya,” ujarnya.

Mantan Kepala Divisi TI Mabes Polri itu juga mengungkapkan, selain menangkap tersangka Junaidi, polisi sebelumnya juga menangkap Yiska, seorang kurir sekaligus bandar narkoba di daerah Gresik.

Dari penangkapan tersangka Yiska, polisi menemukan barang bukti sabu-sabu seberat 4 kilogram. Maka total dari hasil ungkap kasus antara tersangka Junaidi dengan Yiska sebanyak 9 kilogram. “Tersangka satu ini (Yiska, red) ditangkap pada 10 Agustus lalu. Sekarang dalam penyelidikan dan pengembangan,” katanya.

Saat disinggung, mengenai hubungan tersangka Yiska dengan Junaidi (ditembak mati) apakah satu jaringan? Jenderal asli Surabaya itu mengaku masih dalam penyelidikan dan pengembangan.

“Kalau melihat modus penyelundupan yang dilakukannya itu sama. Tapi, ini masih dalam pengembangan dan penyelidikan,” ujarnya.

Sebelumnya, polisi dari unit Ditresnarkoba Polda Jawa Timur, Selasa (22/8/2017) pagi memberikan tindakan tegas menembak mati terhadap tersangka Junaidi Saputra, seorang kurir sekaligus bandar narkoba.

Tersangka justru melarikan diri, melakukan perlawanan, menyerang dengan memukul anggota yang membawanya. Bahkan, tersangka juga melempar batu paving ke arah petugas. Sehingga tersangka diberikan tembakan peringatan dua kali, tapi tidak diindahkan, justru kembali menyerang kembali dengan batu paving.

Petugas memberikan tembakan yang ketiga kalinya ke arah tersangka. Tembakan mengenai di bagian dadanya, dan tersangka akhirnya tewas. Polisi membawa jenazah tersangka ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur. (ss/gfm)

Editor : Arie Gelora

SHARE

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here